Thursday, November 22, 2007

Sekilas tentang Christian Men's Network Indonesia

Christian Men’s Network (CMN) adalah sebuah jaringan pelayanan pria Kristen lintas denominasi (tidak terikat pada denominasi gereja tertentu) yang didirikan oleh DR. Edwin Louis Cole pada tahun 1979. Pelayanan ini telah melayani jutaan pria melalui pertemuan pria Kristen, retreat, pelayanan melalui gereja, video, radio, televise, buku, kaset dan siaran satelit.

Jutaan pria telah mengalami perubahan hidup, pemulihan pernikahan, pemulihan hubungan, serta pelayan-pelayan Tuhan yang mengalami kebangkitan dan penguatan.

Di Indonesia, pelayanan ini lahir pada tahun 1997 namun baru pada tahun 1999 diresmikan secara internasional di Texas, Amerika Serikat, dengan koordinatornya pada waktu itu Ir. Eddy Leo M.Th.

Di propinsi Banten sendiri, pelayanan ini lahir pada tahun 2003, dan sejak saat itu hingga kini telah mengadakan 13 kali Camp dan Pemuridan “Pria Sejati” yang diikuti oleh lebih dari 2000 peserta yang datang dari berbagai denominasi gereja. Jumlah gereja yang telah mengutus para prianya untuk mengikuti kegerakan ini telah mencapai lebih dari 400 gereja yang tersebar di Tangerang dan sekitarnya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai apa itu CMN (Kegerakan Pria Sejati). Untuk lebih lagi mengetahui visi dan misi CMN Indonesia – Banten, kami mengundang para pria Kristen di Banten untuk menghadiri KKR Pria Sejati “Integrity” pada tanggal 30 November 2007 di World Harvest Center, Jl. Gunung Rinjani no. 6, Taman Himalaya, Lippo Karawaci, Tangerang 15811, pada pukul 19:00 WIB.

Makin Sayang

123! Saya ikut camp pria sejati di Mt Hermon, tanggal 10-11 Nopember yang lalu. Sebelum ikut camp seorang teman pria sejati mengatakan pada saya : "Pak, setelah ikut camp pasti akan semakin sayang pada istri". Dia juga bilang pada istri saya : "Bu, pasti akan makin disayang oleh Bapa (maksudnya saya) setelah camp nanti". Bagi saya hal ini tidak terlalu menarik, mengapa? karena sejak awal tahun Tuhan memang sedang memulihkan keluarga kami khususnya kehidupan spritual kami dan ini berdampak besar juga pada kehidupan kami sebagai suami-istri, kami semakin mencintai, hari-hari terasa sangat menggairahkan bagi kami berdua dan anak-2 kami tentunya. Jadi kalau statementnya akan makin sayang pada istri, saya hanya berpikir tanpa camp pun memang Tuhan telah karuniakan hal tersebut bagi keluarga kami.

Tuesday, November 6, 2007